STOP MEROKOK!! Hanya sekedar “ Himbauan” atau hanya sekedar Tulisan??

“Dilarang Merokok!”, tulisan ini sering kali kita jumpai ntah itu sebuah logo ataupun tulisan. Biasanya seringkita jumpai di institusi pendidikan, tempat ibadah, umah makan, rumah sakit, atau lainnya. Tanda atau rokok sendiri masih tabu untuk katagorinya. Kesehatankah, hukumkah, atau kesehatankah. Ataupun masuk dalam sosial budaya karena budaya rokok menjadi hal kebiasaan bagi masyarakat Indonesia.

Merokok beserta rokoknya sudah lama menjadi bahan perdebatan, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia. Di dunia Indonesia menjadi negara ke 3 terbesar untuk perokok, ada 65 juta masayarakat Indonesia sudah menjadi perokok aktif. Sebagai statistik jumlah perokok di Indonesia 24,1% bagi pria di atas 18 tahun, 4% bagi wanita dibawah 18 tahun, dan 13,5% bagi remaja antara 15 sampain 20 tahun. Hal ini bisa akan tambah dari tahun – ketahun jika tidak ada kesadaran bagi masyarakat Indonesia itu sendiri.

Bagi sebuah negara, rokok bisa jadi sumber dana devisa yang besar, namun bagi non-perokok dapat menjadi hal yang sangat tidak di senangi, karena dapat mengganggu pernafasan dan kesehatanketika menghirupnya. Bahkan pemerintah juga sampai membuat peraturan untuk area rokok dan mengurangi penjualan rokok yang bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok. Berbagai cara dilakukan oleh pihak pemerintah, dari membuat logo dilarang merokok di kawasan umum atau pun memasang gambar penyakit yang di sebabkan oleh rokok di setiap bungkus rokok.

Peringatan itu pertama kali hanya berupa kalimat yang panjang yang berisikan tentang resiko rokok secara lengkap. Kemudian di ganti dengan gambar orang merokok dengan bertulisan merokok membunuhmu, yang terinspirasi dari Smoking Kills yang ada pada bungkus rokok di negara barat. Namun untuk sekarang tulisan sudah diganti dengan gambar dilarang merokok beserta gambar penyakit yang ditimbulkan oleh perokok. Dalam bungkus rokok mungkin sepertiga terdapat logo tersebut.

Selain dari pemerintah, banyak juga lembaga LSM yang sering juga menyuarakan himbauan anti rokok dengan berbagai aksi pada event – event tertentu contoh car free day di kota – kota besar Indonesia. Berbagai cara juga dilakukan oleh bebeapa kalangan masyarakat, dari seminar, talk show, atau lainnya yang dimana bertujuan sama untuk mengurangi kebiasaan merokok pada masyarakat.

Banyak orang – orang yang berhasil untuk berhenti dari rokok namun tidak melalui cara itu, melainkan mereka berhenti atas dirinya sendiri. Umunya keputusan tersebut karena mereka berpikir positif untuk dirinya sendiri serta keluarganya.

Untuk tanda dilarang merokok pun sudah banyak yang menjual, mereka sudah merinovasi untuk membuat desain – desain yang tidak monoton dan dapat menarik perhatian orang. Lihat review disini untuk melihat contoh dari variasi tanda dilarang rokok yang sudah beredar di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s